Foto: plakatdruck-hamburg.info
Kali ini kami dari Travel Prima Saidah selaku penyelenggara perjalanan haji, umrah dan wisata muslim kembali berbagi tips agar Anda tetap sehat selama menjalani ibadah haji dan umroh.
Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu juga berisiko pada kesehatan tubuh. Apalagi kondisi medan, iklim, dan cauaca ekstrim di Tanah Suci sangat jauh berbeda dengan keadaan alam di tanah air.
Pertemuan besar para jama’ah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia.
1.Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.
2.Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.
3.Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.
4.Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.
foto: onislam.com
5.Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.
6.Memerhatikan penyakit yang telah diidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, teruta ma bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.
7.Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan pelega tenggorokan.
8.Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.
9.Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.
10.Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.
Nah, Anda semakin mantap untuk berhaji/umroh tahun ini? Jangan sungkan menghubungi kami untuk berkonsultasi seputar perjalanan haji, umrah, dan wisata muslim.
[rg@2012]
===== ONH Plus, Umrah
Tampilkan postingan dengan label tips umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips umrah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Mewaspadai Keselamatan Diri Saat Beribadah Haji
Pergi beribadah haji ke Tanah Suci, bukanlah suatu perjalanan biasa. Selain harus menempuh perjalanan yang lama dan panjang, para jemaah haji juga dihadapkan pada kondisi alam, suhu udara, kondisi budaya, dan orang-orang asing yang memiliki kebiasaan berbeda dengan yang biasa dijumpai di negara asal.
Tentu saja perjalanan panjang ini tidak hanya melelahkan namun juga penuh risiko. Apalagi di tempat tujuan, para jemaah haji akan bertemu dengan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia dengan bahasa ibu, postur tubuh, kebiasaan, dan adat-istiadat yang tak sama. Tumpah ruah jadi satu di Tanah Suci untuk tujuan yang sama.
Kadang kondisi penuh orang bagai lautan manusia ini membuat para jemaah haji harus berdesakan, tak sengaja saling dorong, terjatuh, bahkan terinjak, yang mengancam keselamatan diri. Berikut ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri saat menunaikan Ibadah Haji. Semoga berguna.
1. Menghindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk. Sebab saat jemaah haji melaksanakan rangkaian Ibadah Haji, jemaah membutuhkan pergerakan fisik berupa jalan kaki, sehingga jika mengantuk kemungkinan bisa terjatuh. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter keluarga maupun dokter pendamping kelompok selama di tanah Suci mengenai obat yang aman dan sesuai.
2. Menghindari makanan yang tak biasa. Jika tak terbiasa dengan hidangan khas Arab yang disediakan, biasanya terdiri dari berbagai jenis nasi (seperti, nasi Birjani, chapatis, nasi Turki, kentang goreng, mie, nasi Buhari, nasi kari dan roti. Lauk pauk seperti ayam goreng, nugget, empal daging, sate ayam, kari dan gulai kambing, shih kebab, ayam semur, ayam panggang / ayam brost, donner kebab, ikan goreng, dan cumi goreng), sebaiknya menghindari untuk memakannya.
Daripada perut menjadi sebah, begah, atau tidak enak. Sebaiknya makan saja menu yang biasa dimakan sehari-hari, seperti daging dan ikan yang benar-benar matang dan disajikan dalam keadaan hangat, sayuran yang dimasak, dan buah-buahan kupas. Jika mendapat jatah susu, sebaiknya direbus terlebih dahulu. Biasanya ada fasilitas kompor di pemondokan haji.
Di Mekah juga banyak dijumpai restoran masakan Indonesia. Katering panitia Haji bagi jemaah saat berada di Amira, Arafah, dan Madinah pun menyediakan menu masakan Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia mengekspor pindang ikan ke Saudi Arabia untuk konsumsi jemaah haji.
3. Memperhatikan waktu terbaik untuk suatu kegiatan. Di Madinah, sebaiknya dihindari mengunjungi Rawdha selama siang hari. Waktu terbaik untuk pergi adalah di malam hari dari 09:00 sampai tengah malam. Di Mekah, jika hendak meninggalkan pemondokan menuju ke masjid, sebaiknya beberapa jam sebelum waktu shalat sehingga menemukan tempat yang nyaman dan tidak perlu berdesak-desakan.
4.Fasilitas khusus bagi difable. Untuk memungkinkan orang-orang yang menderita cacat mendapat pengalaman spiritual yang luar biasa dalam Ibadah haji, ada cara untuk memfasilitasinya. Ada pengaturan bagi penyandang cacat di bandara Jeddah, bekerjasama dengan perusahaan taksi pribadi, mobilitas mereka bisa dikurangi, bisa berjalan dengan kursi roda, dan beberapa hotel mewah juga mempunyai fasilitas untuk menerima mereka.
Eskalator dan jalan setapak di Masjid Agung Mekah dipasang sedemikian rupa untuk memungkinkan orang-orang dengan roda bisa dengan mudah berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain. Ada juga layanan pendukung lainnya yaitu bisa meminta kursi roda dan bantuan. Para difable yang berniat untuk mencapai haji hendaknya berkonsultasi mengenai perjalanannya dengan agen dan penyedia pelayanan di lokasi asal sebelum melakukan reservasi. Selain itu juga harus meminta agen perjalanan haji menuliskan secara rinci semua persiapan tertentu yang dipersiapkan baginya.
5.Fasilitas kesehatan. Jemaah perlu mengenali letak pos pelayanan kesehatan haji Indonesia dan juga mencatat nomor telepon yang bisa dihubungi. Sewaktu-waktu merasa membutuhkan pertolongan kesehatan, bisa langsung menuju lokasi yang tepat. Jika sakit, dianjurkan untuk berobat ke dokter kloter yang memiliki cukup perbekalan obat untuk jemaah.
6.Tidak mudah menerima barang yang dititipkan orang lain yang tidak dikenal dengan baik. Sebab tidak tahu apa isinya dan jangan sampai terbelit masalah karena barang titipan itu.
7. Memperhatikan barang bawaan. Jangan sampai tertukar atau tertinggal di bus atau di tempat pemondokan.
8.Menitipkan barang pada orang yang benar-benar dikenal. Apabila akan ke kamar mandi di bandara saat baru tiba, sebaiknya tidak membawa tas tentengan, tas koper, uang dan barang berharga. Sebaiknya dititipkan kepada teman yang dikenal dan dipercaya.
9.Mengenali lokasi pemondokan. Hendaknya memerhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nomor Maktab, dan nomor rumah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke masjid atau tempat-tempat lainnya.
Selamat menunaikan ibadah haji. Selamat hingga kembali di tanah air adalah doa seluruh keluarga yang menanti di rumah!
[@rg foto:http://ngm.nationalgeographic.com]
===== ONH Plus, Umrah
Sabtu, 28 Januari 2012
Keajaiban Air Zam-zam
Perjalanan ibadah haji dan umrah tidak lengkap tanpa oleh-oleh air zam-zam. Ya, air yang keajaibannya sudah dikenal di seluruh dunia ini berasal dari sumur air zamzam yang tak pernah kering dan tak tercemar. Air Zam-zam menjadi unik karena terdapat di Gurun Saudi Arabia.
Keberadaannya senantiasa mengundang decak kagum. Bayangkan saja, sumber air zam-zam saat difoto lewat satelit ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu menuju satu titik di bawah Kabah.Tak heran jika air ini tidak pernah habis sepanjang zaman.
Belum lagi kalau kita tilik seputar kejernihan dan khasiatnya. Secara alami air zamzam sudah mengalami proses penyaringan yang sangat unik. Mata air mengalir melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis. Air yang muncul di permukaan pun akhirnya mengandung berbagai mineral dan zat yang dibutuhkan tubuh.
Mineral dan elemen-elemen itu jumlahnya mencengangkan, sekitar 2 ribu miligram per liter. Di antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50) sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia (6).
Seperti dilansir kantor berita Antara, penelitian terbaru dari Arab Academy for Science, Technology and Maritime Transport, Mesir menyebutkan air zam zam setelah dianalisis melalui sinar ultraviolet menunjukkan unsurnya bebas dari bakteri dan mengandung beragam mineral di dalamnya yang dapat mengobati berbagai penyakit seperti radang mulut dan gigi, mencegah radang lambung dan iritasi dinding usus, mulas, sakit persendian, sembelit dan dehidrasi.
Sayangnya, dimana ada gula di situ sering muncul semut jahat. Kini disinyalir beredar air Zam-zam palsu dalam kemasan. Pemerintah Arab Saudi sendiri sebetulnya telah melarang ekspor secara komersil air zam-zam dari kerajaan Saudi dan di bawah undang-undang Saudi air zam-zam tidak bisa dijual secara bebas di luar negeri.
Di Inggris dilaporkan beredar air Zam-zam palsu. Yang menyedihkan, air zam-zam palsu ini mengandung arsenik yang sedikit banyak dapat menggangu kesehatan siapa pun yang minum air zam-zam palsu ini.
[ayb@2012]
Rabu, 25 Januari 2012
Tips Berhaji Tetap Fit dan Bugar
Menjalankan ibadah haji bukanlah sebuah perjalanan wisata yang santai dan longgar tata waktunya. Tidak. Biar pun Anda menjalaninya penuh dengan kepasrahan, tetapi kondisi fisik tetaplah bakal terkuras energinya. Lebih-lebih, peserta ibadah haji rata-rata tak muda lagi. Banyak di antaranya sudah melampaui usia di atas 40 tahun.
Lantas adakah kiat menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah haji? Tentu ada. Berikut ini beberapa tips yang Anda perlukan:
Pertama, jujurlah saat pemeriksaan kesehatan. Tidak ada gunanya menyembunyikan penyakit hanya dengan alasan Anda menyimpan kekhawatiran tidak lolos berangkat haji.
Kedua, persiapkan segala sesuatu sejak di tanah air. Siapkan sendiri obat-obatan pribadi biar pun ada kemungkinan obat tersebut disediakan di posko kesehatan haji
Ketiga, siapkan juga masker dan gunakan selalu selama menjalankan ibadah haji dan umroh.
Keempat, pelembab kulit dan bibir ideal dipakai untuk menghindari kulit dan bibir pecah-pecah.
Kelima, konsumsilah vitamin bila perlu. Ingat, aktivitas Anda jauh lebih terforsir dibandingkan kegiatan sehari-hari di tanah air.
Keenam, minum air putih setiap kali Anda merasa haus. Jangan ditunda. Banyak jamaah haji sengaja mengurangi minum dengan alasan takut kesulitan mencari toilet. Pemahaman semacam ini dapat membuat Anda dehidrasi.
Ketujuh, konsentrasilah pada ibadah. Tak jarang godaan untuk jalan-jalan dan belanja membuat aktivitas fisik terkuras untuk kegiatan semacam itu. Sehingga, ketika saatnya tiba untuk menjalankan ibadah, justru kondisi fisik sudah menurun.
Kedelapan, pastikan Anda mengetahui siapa pemimpin rombongan, berapa nomor teleponnya, dan Anda yakin sudah tahu lokasi posko kesehataan jamaah haji.
Tips-tips di atas memang bukan saran yang luar biasa, namun dari hal-hal sederhana itu Anda bakal memperoleh kesehatan yang memadai selama menjalankan ibadah haji dan umroh.
[ayb@2012]
===== ONH Plus, Umrah
Lantas adakah kiat menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah haji? Tentu ada. Berikut ini beberapa tips yang Anda perlukan:
Pertama, jujurlah saat pemeriksaan kesehatan. Tidak ada gunanya menyembunyikan penyakit hanya dengan alasan Anda menyimpan kekhawatiran tidak lolos berangkat haji.
Kedua, persiapkan segala sesuatu sejak di tanah air. Siapkan sendiri obat-obatan pribadi biar pun ada kemungkinan obat tersebut disediakan di posko kesehatan haji
Ketiga, siapkan juga masker dan gunakan selalu selama menjalankan ibadah haji dan umroh.
Keempat, pelembab kulit dan bibir ideal dipakai untuk menghindari kulit dan bibir pecah-pecah.
Kelima, konsumsilah vitamin bila perlu. Ingat, aktivitas Anda jauh lebih terforsir dibandingkan kegiatan sehari-hari di tanah air.
Keenam, minum air putih setiap kali Anda merasa haus. Jangan ditunda. Banyak jamaah haji sengaja mengurangi minum dengan alasan takut kesulitan mencari toilet. Pemahaman semacam ini dapat membuat Anda dehidrasi.
Ketujuh, konsentrasilah pada ibadah. Tak jarang godaan untuk jalan-jalan dan belanja membuat aktivitas fisik terkuras untuk kegiatan semacam itu. Sehingga, ketika saatnya tiba untuk menjalankan ibadah, justru kondisi fisik sudah menurun.
Kedelapan, pastikan Anda mengetahui siapa pemimpin rombongan, berapa nomor teleponnya, dan Anda yakin sudah tahu lokasi posko kesehataan jamaah haji.
Tips-tips di atas memang bukan saran yang luar biasa, namun dari hal-hal sederhana itu Anda bakal memperoleh kesehatan yang memadai selama menjalankan ibadah haji dan umroh.
[ayb@2012]
===== ONH Plus, Umrah
Senin, 16 Januari 2012
Apa Sih Serangan Panas Yang Sering Diderita Jamaah Calon Haji?
===== Haji, Umrah
Kita memang seharusnya tetap menjaga kesehatan selama di tanah suci. Memang perubahan cuaca atau perbedaan cuaca lebih tepatnya, seringkali membuat penyakit berkunjung. Salah satunya penyakit serangan panas atau dikenal dengan heat stroke. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan panas yang berlebihan dalam badan. Hal ini disebabkan oleh cuaca panas.
Kenapa bisa terjadi? Dalam keadaan suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh dan kelembapan udara rendah, mengakibatkan keringat menguap dalam prosentase lebih besar. Suhu tubuh pun meningkat . Lalu apa hubungannya dengan calon haji atau yang menjalankan umroh? Alasannya karena jamaah terlalu capek dan lelah, juga terkena sinar matahari.
Gejala-gejala serangan panas itu, antara lain:
Lalu bagaimana cara menghindari serangan panas?
Caranya adalah sebagai berikut:
Itu tadi pengertian serangan panas dan cara untuk menghindarinya. Apabila Anda mengalami beberapa gejala diatas, segera saja konsultasikan dan periksa ke tim kesehatan yang siap sedia untuk seluruh jamah haji dan umroh. Semoga dengan begitu, Anda bisa tetap fit dalam menjalani ibadah anda di tanah suci.
Anda memerlukan informasi seputar ibadah haji, umroh, dan wisata muslim? Hubungi Cheria Travel di 021-73888872 021-7372864, 0812-98-570855
[mith@2012]
Kita memang seharusnya tetap menjaga kesehatan selama di tanah suci. Memang perubahan cuaca atau perbedaan cuaca lebih tepatnya, seringkali membuat penyakit berkunjung. Salah satunya penyakit serangan panas atau dikenal dengan heat stroke. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan panas yang berlebihan dalam badan. Hal ini disebabkan oleh cuaca panas.
Kenapa bisa terjadi? Dalam keadaan suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh dan kelembapan udara rendah, mengakibatkan keringat menguap dalam prosentase lebih besar. Suhu tubuh pun meningkat . Lalu apa hubungannya dengan calon haji atau yang menjalankan umroh? Alasannya karena jamaah terlalu capek dan lelah, juga terkena sinar matahari.
Gejala-gejala serangan panas itu, antara lain:
- Kepala nyeri, pusing dan suka bingung
- Bicara suka meracau, terjadi gangguan orientasi, langkah menjadi goyah
- Suhu tubuh naik sekitar 40 derajat celcius
- Kulit terasa kering dan panas
- Tidak berkeringat
Lalu bagaimana cara menghindari serangan panas?
Caranya adalah sebagai berikut:
- Jamaah haji jangan berada di bawah terik matahari langsung, antara pukul 10.00 – 16.00
- Kalau jamaah mau pergi keluar usahakan di bawah pukul 10.00.
- Usahakan membawa payung atau tutup kepala bagi yang tidak sedang menggunakan ihrom
- Bawalah bekal minuman. Minumlah minimal 5-6 liter atau 1 gelas setiap jam. Minumlah meski tidak dalam keadaan haus
- Jangan menahan buang hajat kecil dan besar.Karena kelebihan cairan buangan dalam tubuh bisa mematikan. Banyak sekali contohnya
- Istirahat dan tidur 6-8 jam sehari.Usahakan secara cukup ya
- Jangan lupa untuk makan buah-buahan segar seperti apel, jeruk, dll
- Silahkan menggunakan pakaian longgar, tidak transparan, dan sebaiknya warna putih
Itu tadi pengertian serangan panas dan cara untuk menghindarinya. Apabila Anda mengalami beberapa gejala diatas, segera saja konsultasikan dan periksa ke tim kesehatan yang siap sedia untuk seluruh jamah haji dan umroh. Semoga dengan begitu, Anda bisa tetap fit dalam menjalani ibadah anda di tanah suci.
Anda memerlukan informasi seputar ibadah haji, umroh, dan wisata muslim? Hubungi Cheria Travel di 021-73888872 021-7372864, 0812-98-570855
[mith@2012]
Label:
tips haji,
Tips Persiapan Pergi Haji,
tips umrah
Minggu, 15 Januari 2012
Tips Umroh dan Berhaji: Larangan Bagi Pria Wanita Saat Mengenakan Ihram
===== Haji, Umrah
Tak hanya itu saja, artikel selanjutnya akan ada artikel larangan saat menggunakan ihram bagi pria saja. Mau tahu? Ikuti saja terus tips umrah dan berhaji dari Cheria-Travel. Semoga bermanfaat.
[mith@2012] haji plus
Ihram memiliki pengertian yaitu niat haji atau umrah, sehingga pemakai dilarang melanggar larangan saat menggunakannya. Ihram juga bisa dikatakan sebagai langkah pertama dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Setiap calon ibadah haji dan umrah wajib menggunakan ihram. Ihram adalah kain putih yang menutupi tubuh saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Ihram tak sekadar dipakai saja, tapi memiliki aturan main berupa larangan. Hal ini berlaku pada pria dan wanita, tanpa kecuali. Apa saja? Berikut ini adalah larangan yang berlaku bagi pria dan wanita, antara lain:
1. Pemakai ihram wajib melakukan komitmen agar tetap bisa melakukan perintah agama, seperti shalat tepat waktu dan waktunya berjamaah
2. Lalu ada lagi, kita juga wajib menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Apakah itu? Rafats yang berarti mengucapkan kata tak senonoh, dan perbuatan yang tidak terpuji
3. Jangan lupa agar menjaga lisannya. Tujuannya agar tidak menyakiti hati sesama muslim. Sulit bagi siapaun yang terbiasa mengucapkan kata pedas nan menyakitkan
4. Kita harus menjauhi larangan ihram seperti; membuang rambut atau kuku dengan mencabut atau memotongnya. Berbeda kalau misal terlepas atau rontok dengan sendirinya maka tidak dikenakan denda apa pun
5. Saat memakai ihram dilarang menggunakan wewangian di badan, pakaian. Kalau misal wewangian tersebut berasal sebelum memakai ihram, tentu tidak masalah, dan tidak dikenai denda
6. Selama menggunakan ihram, jangan sampai melakukan pembunuhan terhadap binatang, meskipun kita dimintai bantuan sekedar menyembelih misalnya. Juga tidak diperbolehkan menebang pepohonan tanah haram dan tumbuhan yang tumbuh tanpa dipelihara manusia
7. Tidak diperkenankan melakukan akad nikah baik diri maupun orang lain. Juga tidak melakukan sentuhan terhadap istri
8. Saat memakai ihram, tidak diperbolehkan menggunakan tutup kepala, kecuali kalau dia lupa. Saat ingat segera lepas.
Label:
ihram,
tips haji,
Tips Persiapan Pergi Haji,
tips umrah
Senin, 31 Oktober 2011
Gagal Berangkat Haji Ketahui Penyebabnya
Setiap tahun ratusan ribu jamaah haji dari tanah air berangkat ke tanah suci dan setiap tahun pula ribuan calon jamaah indonesia gagal berangkat, kenapa?Masalah yang banyak terjadi adalah karena jamaah menempuh jalur non kuota yang oleh Depag sering disebut haji romli ( rombongan liar ), jamaah haji ini tidak terdata di Depag namun bisa berangkat karena mengandalkan visa dari kedubes Saudi, pihak imigrasi tidak bisa mencegah "haji romli" ini hingga sekarang, kalaupun berhasil berangkat banyak yang terlantar di sana.
Haji nonkuota ini banyak muncul karena pihak jamaah sendiri yang ingin segera bisa berangkat, saat daftar haji mereka ingin langsung tahun ini juga atau tahun depan berangkat, padahal sebenarnya mereka mesti antri bertahun-tahun bila pakai jalur resmi Depag, akhirnya pihak travel penyelenggara cari jalan lain dengan haji non kuota.
Gagal berangkat haji juga banyak terjadi karena ada jamaah yang sakit atau hamil.
Sabtu, 29 Oktober 2011
Update Info Haji Via Twitter dan Facebook
Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan info atau informasi haji, dengan gadget hp yang punya akses internet kita bisa dapatkan perkembangan berita secara aktual via twitter maupun facebook.Info berita haji sangat berguna baik bagi jamaah yang sedang melakukan ibadah di tanah suci maupun bagi keluarga yang berada di tanah air, tentunya kita tak mau ketinggalan info haji yang sangat penting bukan?
Prima Saidah menyediakan layanan update
info haji
yang sangat lengkap secara real team dari media2 ternama di Indonesia dan dibagikan gratis dengan berlanggan di alamat:Twitter : http://www.twitter.com/tipshaji
Facebook : http://www.facebook.com/pergi.umrah.haji
===== Haji, Umrah
Rabu, 19 Oktober 2011
Beda Haji Reguler, Haji Plus Dan Haji Non Kuota
Ingin berhaji?, tentulah setiap kita ingin bisa menunaikan kewajiban yang satu ini, ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil, diantaranya haji reguler yang masa tunggunya 5-10 tahun namun harganya ekonomis, atau ingin cepat bisa memilih haji plus yang cukup menunggu 1-2 tahun saja, atau pilih haji non kuota?, yang satu ini bisa langsung berangkat loh..
Haji reguler terdaftar dan diselenggarakan Kementerian Agama dan haji khusus terdaftar dan diselenggarakan swasta yang terdaftar di Kementerian Agama. Sedangkan haji non kuota jamaah dan penyelenggaranya tidak terdaftar di Kementerian Agama.
Haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama. Sedangkan jamaah haji non kuota, rentan terlantar karena bukan tanggung jawab Kementerian Agama.
Sekarang tinggal pilih mana?
===== Haji, Umrah
Haji reguler terdaftar dan diselenggarakan Kementerian Agama dan haji khusus terdaftar dan diselenggarakan swasta yang terdaftar di Kementerian Agama. Sedangkan haji non kuota jamaah dan penyelenggaranya tidak terdaftar di Kementerian Agama.Haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama. Sedangkan jamaah haji non kuota, rentan terlantar karena bukan tanggung jawab Kementerian Agama.
Sekarang tinggal pilih mana?
===== Haji, Umrah
Rabu, 05 Oktober 2011
Konsultasi Haji Bersama Ustadz Sarwat
Artikel
===== Haji, Umrah
www.ustsarwat.com
===== Haji, Umrah
- Ka'bah Itu Apa Isinya?
- Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
- Keharamaan Masjid Al-Haram
- Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
- Tenda di Luar Batas Mina
- Kenapa Mencium Hajar Aswad?
- Arisan untuk Naik Haji
- Badal Haji
- Shalat Arbain di Masjid Nabawi Bagi Jamaah Haji Wanita
- Shalat Shubuh di Pesawat Terbang
- Tahallul: Menggunduli Rambut atau Mencukur Sebagian?
- Pergi Haji Harus Pindah Mazhab?
- Pil Penunda Haidh untuk Jamaah Haji Wanita
- Berhutang untuk Pergi Haji
- Zakat Persewaan
- Bolehkah Haji Dilakukan Dalam Salah Satu dari 3 Bulan?
- Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
- Bentuk-Bentuk Ibadah Umat Terdahulu
- Penetapan Wuquf oleh Pemerintah Arab Saudi Beda Dengan Software
- Penundaan Hari Pelaksanaan Sholat Iedhul Adha
- Perbedaan Waktu Wukuf dengan Hasil Perhitungan Waktu Iedul Adha di Indonesia
- Wanita Pergi Haji Tanpa Mahram, Bolehkah?
- Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua
- Menghajikan Almarhum Ayah dan Wakaf Tunai
- Asal Muasal Ka'bah
- Beberapa Hukum dalam Ibadah Haji
- Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
- Mana yang Lebih Utama, Naik Haji atau Menyantuni Anak Miskin?
- Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad
- Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
- Walimatuh Safar dan Aqiqah
- Konsep Berhaji yang Sebenarnya
- Seorang Wanita Naik Haji tanpa Suami
- Bolehkah Haji Di Bulan Lain?
- Hubungan Idul Adha dengan Ibadah Haji
www.ustsarwat.com
Label:
daftar haji,
makna haji,
pengertian haji,
tips haji,
tips umrah
Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji
Jakarta,
Siapa yang tak senang mendapatkan kesempatan beribadah haji? Mimpi dan khayalan segera terbukti, Janji-janji kebaikan telah menanti, kepuasan batin akan menghampiri.
Namun, betatapun mulianya ibadah haji, jika kita kurang hati-hati, ada perkara-perkara yang dapat mengurangi atau bahkan merusak nilai ibadah itu sendiri. Bolehlah kita katakan hal tersebut sebagai 'Virus Dalam Ibadah Haji';
1. Syirik
Di antara tujuan utama ibadah haji adalah memurnikan tauhid dan meninggalkan syirik. Kalimat talbiah memberikan makna yang jelas tentang hal tsb dan banyak lagi petunjuk lainnya dalam ibadah ini yang mengajak kepada tauhid yang murni.
Perjalanan ibadah haji yang cukup mengandung resiko, kemudian keberadaannya di tanah suci yang Allah muliakan, tidak jarang mengundang sebagian jamaah haji meyakini atau melakukan sesuatu yang dapat masuk pada katagori syirik, kecil maupun besar.
Sebagian jamaah haji ada yang membawa tanah dari kampung halamannya dengan keyakinan agar dirinya dapat kembali dengan selamat. Sebagian lagi ada yang membawa tanah dari tanah haram untuk mendapatkan berkah, atau untuk jimat. Sebagian lagi mengusap-usap bangunan tertentu yang diyakini memiliki berkah atau membeli kain kiswah (penutup Ka'bah) dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan. Bahkan ada yang memohon kepada makhluk. Atau contoh-contoh lainnya yang termasuk katagori syirik. Camkanlah dalam diri. Syirik membuat ibadah kita menjadi tidak bernilai apa-apa di sisi Allah (QS. Al-An'am: 88).
2. Riya, sum'ah dan sombong.
Apresiasi yang tinggi dari masyarakat terhadap orang yang telah menjalankan ibadah haji, tidak jarang membuat sebagian orang menjadikan ibadah haji sebagai lambang prestise dan kebanggaan. Permasalahan ini biasanya sangat halus. Karena itu sangat membutuhkan kebersihan hati dan mawas diri untuk menghindarinya.
Begitu pula dalam pelaksanaan ibadah haji. Kelebihan fisik, materi atau bahkan fasilitas yang dia dapatkan dalam ibadah berbanding dengan kekurangan yang terdapat pada pihak lain, jika tidak diiringi penataan hati yang benar, dapat menggiringnya pada sikap sombong yang meremehkan orang lain, baik itu terungkap ataupun tidak. Justeru yang harus ditampilkan adalah rendah hati, bersahaja dan sederhana serta mengasihi kepada sesama.
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji di atas kendaraannya yang ringkih dan dengan kain seharga empat dirham atau kurang. Lalu beliau bersabda,
اللَّهُمَّ حَجَّةٌ لاَ رِيَاءَ فِيهَا وَلاَ سُمْعَةَ
"Ya Allah, jadikanlah haji (yang mabrur), tidak ada riya dan sum'ah di dalamnya." (HR. Ibnu Majah).
Siapa tahu, mereka yang kumal dan dekil itulah yang hajinya paling diterima Allah Ta'ala. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw mengabarkan bahwa Allah membanggakan hamba-hamba-Nya pada hari Arafah kepada para penghuni langit dengan berfirman,
" انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى جَاءُونِى شُعْثًا غُبْرًا "
"Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kumal dan dekil." (HR. Hakim, Ahmad, Thabrani, dll)
3. Tidak cukup bekal ilmu
Besarnya motivasi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji layak disyukuri. Namun, seringkali dorongan yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan dorongan untuk membekali diri dengan ilmu yang cukup dalam pelaksanaan manasik haji. Tidak jarang didapati ada jamaah haji yang tidak mengetahui perkara-perkara mendasar dalam ibadah haji. Ada misalnya jamaah haji yang sudah ihram dan memakai pakaian ihram, ketika ditanya haji apa yang akan dia lakukan, dia tidak mengetahuinya.
Ibadah haji adalah ibadah yang jarang dilakukan, kemudian ibadah ini juga sangat terkait dengan situasi yang berkembang dan berubah-ubah. Bisa jadi teori yang kita pelajari menjadi berubah karena kondisi yang dialami berubah. Seperti misalnya Aisyah ra yang sudah niat haji, lalu mengalami haid maka Rasulullah saw perintahkan untuk mengubah niatnya agar tidak terhalang pelaksanaan hajinya. Jadi membutuhkan ilmu yang cukup. Minimal, hendaknya dia berada di bawah bimbingan yang intensif selama perjalanan haji. Yang lebih parah lagi adalah jika sang pembimbingpun ternyata tidak banyak memahami seluk beluk manasik haji.
Maka sangat dianjurkan membawa buku petunjuk ibadah haji selama melaksanakan manasik haji, memahami satu demi satu pelaksanaan haji, ikuti dengan seksama setiap penjelasan tentang pelaksanaan haji, dan banyak-banyaklah bertanya kepada orang yang paham tentang berbagai masalah yang dia hadapi.
Saat melaksanakan ibadah haji, Rasulullah saw menjadi tempat bertanya, beliau melakukan bimbingan, memberi penjelasan dan meluruskan perbuatan-perbuatan yang salah.
4. 'Pandangan Liar'
Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa saat menunaikan haji, Al-Fadhl bin Abbas (sepupu Rasulullah saw) yang masih berusia muda berboncengan dengan Rasulullah saw. Tak lama kemudian datang seorang wanita muda dari suku Khats'am kepada Rasulullah saw, hendak meminta fatwa dari beliau. Lalu Al-Fadhl dan wanita tersebut saling berpandangan. Maka Rasulullah saw memalingkan muka Al-Fadhl ke arah lain. (Muttafaq alaih)
Jika hal ini terjadi pada masa Rasulullah saw, apalagi pada masa sekarang! Hati-hati dengan pandangan-pandangan yang tidak terkontrol terhadap lawan jenis, baik dalam satu rombongan atau dengan rombongan lain Apalagi orang-orang dari berbagai bangsa dengan rupa yang menawan boleh jadi akan sering berseliweran di depan kita. Kalau memang mau tidak mau terlihat oleh kita, jangan ikuti dengan pandangan berikutnya. Kini barangkali tidak ada orang yang mengalihkan muka kita sebagaimana yang Rasulullah saw lakukan terhadap Al-Fadhl. Karena itu, kita harus mengatasi sendiri masalah tersebut dengan sebuah kesadaran dan kekuatan hati. Kalau tidak, maka dia dapat menjadi celah masuknya setan merusak nilai ibadah kita. Tidak sedikit hubungan cinta tidak halal berawal dari pandangan yang tidak terjaga saat beribadah haji. Khususnya jika jamaah hajinya masih bujangan atau gadis.
Khusus kepada jamaah haji wanita, bantulah kaum pria untuk tidak tergoda dan terkena fitnah dengan tidak menampilkan dandanan yang menggoda dan menarik, atau dengan tidak berprilaku dan bertindak yang dapat mengundang perhatian khusus. Bersikaplah yang wajar, berkata yang sopan dan tidak dilebih-lebihkan. Hindari bercanda dengan lawan jenis yang bukan mahram, apalagi jika dengan warga asing.
5. Alat-alat komunikasi dan dokumentasi
"Jangan lewatkan kesempatan yang satu ini."
Ungkapan yang bernada iklan ini sangat pas untuk moment khusus dalam ibadah haji. Apakah saat thawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jamarat, mabit di Mina, dll. Jika ungkapan tersebut dimaknai positif dengan fokus dan khusyu beribadah serta bedoa kepada Allah, maka hal itu tentu sangat tepat. Namun pada masa kini muncul fenomena baru untuk selalu mengabadikan moment-moment yang sangat berharga tersebut. Maka 'jepret sana jepret sini'tanpa menghiraukan tempat dan suasana ibadah yang sangat khusus, kini sudah menjadi pemandangan yang sering kita dapatkan. Saat desak-desakkan thawaf, kadang kita dapatkan orang yang sempat-sempatnya 'berpose', begitu pula saat sai. Saat waktu wukuf dimulai, masih ada sebagian jamaah haji yang asyik bergaya untuk dipoto di bawah pohon, di dalam tenda atau di tengah keramaian, atau dia pergi ke Jabal rahmah untuk mendapatkan satu dua pose yang menarik. Kadang ketika kita sedang khusyu berdoa, di sebelah ada yang sedang cekikikanberbicara dengan orang di seberang sana.
Hendaknya dibatasi penggunaan alat-alat tersebut selama pelaksaan ibadah haji. Maksimalkan untuk hal-hal yang bermanfaat, apakah bertanya, mengetahui lokasi, mencari informasi dll. Usahakan pada moment tertentu, seperti sedang thawaf, wukuf, dll tidak menggunakan alat-alat tsb kecuali jika ada kebutuhan mendesak.
6. Kata-kata Kasar, mengeluh dan berbantah-bantahan
Pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesabaran ekstra. Kita akan sering berhadapan dengan kondisi dan situasi di bawah ambang normal. Kemacetan total, jalan kaki berdesak-desakkan, tidak menemukan lokasi yang dicari, antri WC sekian lama, sikap kasar orang lain, panas terik tanpa pelindung kepala, dll.
Benarlah pesan Allah Ta'ala bagi orang yang beribadah haji, "Siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan." (QS. Al-Baqarah: 197) Sekaligus ini juga merupakan syarat haji mabrur sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw dalam hadits muttafaq alaih.
Seorang ustaz mengistilahkan, pergi haji tidak cukup membawa satu dua kesabaran, tapi harus membawa 'sekeranjang' kesabaran. Kalau tidak, maka yang sering keluar adalah keluhan, kata-kata yang tidak baik bahkan berbantah-bantahan. Jika semua itu diganti dengan zikir, berdoa mohon kemudahan kepada Allah plus sesungging senyuman, sungguh akan sangat bermakna.
7. Berlebih-lebihan Belanja
Salah satu perhatian jamaah haji di luar ibadah yang cukup sering menyita perhatian adalah menyiapkan oleh-oleh untuk dirinya sendiri, keluarga dan kenalan di tanah air. Ini adalah niat yang baik dan patut mendapatkan perhatian. Tapi menjadikan pelaksanaan ibadah haji didominasi dengan agenda belanja, menghamburkan uang untuk membeli segala sesuatu yang diingininya begitu saja dan kemudian dirinya lebih disibukkan oleh barang bawaannya ketimbang maksimal beribadah, hal ini patut diwaspadai.
Usahakan agenda belanja dilakukan jauh sebelum pelaksanaan haji, atau sesudahnya. Kemudian pertegas barang-barang yang hendak dibeli sesuai kebutuhan dan rencana. Agar diketahui, sebagian barang yang dibeli jamaah haji, tidak lebih bagus dan lebih murah dari barang yang ada di tanah air. Hanya kegemaran berbelanja itulah yang sering mengenyampingkan perkara tersebut.
Semoga kita terhindar dari virus-virus ini dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga mendapatkan haji yang mabrur, Amin.
Riyadh, Syawwal 1432H.
Abdullah Haidir
Namun, betatapun mulianya ibadah haji, jika kita kurang hati-hati, ada perkara-perkara yang dapat mengurangi atau bahkan merusak nilai ibadah itu sendiri. Bolehlah kita katakan hal tersebut sebagai 'Virus Dalam Ibadah Haji';
1. Syirik
Di antara tujuan utama ibadah haji adalah memurnikan tauhid dan meninggalkan syirik. Kalimat talbiah memberikan makna yang jelas tentang hal tsb dan banyak lagi petunjuk lainnya dalam ibadah ini yang mengajak kepada tauhid yang murni.
Perjalanan ibadah haji yang cukup mengandung resiko, kemudian keberadaannya di tanah suci yang Allah muliakan, tidak jarang mengundang sebagian jamaah haji meyakini atau melakukan sesuatu yang dapat masuk pada katagori syirik, kecil maupun besar.
Sebagian jamaah haji ada yang membawa tanah dari kampung halamannya dengan keyakinan agar dirinya dapat kembali dengan selamat. Sebagian lagi ada yang membawa tanah dari tanah haram untuk mendapatkan berkah, atau untuk jimat. Sebagian lagi mengusap-usap bangunan tertentu yang diyakini memiliki berkah atau membeli kain kiswah (penutup Ka'bah) dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan. Bahkan ada yang memohon kepada makhluk. Atau contoh-contoh lainnya yang termasuk katagori syirik. Camkanlah dalam diri. Syirik membuat ibadah kita menjadi tidak bernilai apa-apa di sisi Allah (QS. Al-An'am: 88).
2. Riya, sum'ah dan sombong.
Apresiasi yang tinggi dari masyarakat terhadap orang yang telah menjalankan ibadah haji, tidak jarang membuat sebagian orang menjadikan ibadah haji sebagai lambang prestise dan kebanggaan. Permasalahan ini biasanya sangat halus. Karena itu sangat membutuhkan kebersihan hati dan mawas diri untuk menghindarinya.
Begitu pula dalam pelaksanaan ibadah haji. Kelebihan fisik, materi atau bahkan fasilitas yang dia dapatkan dalam ibadah berbanding dengan kekurangan yang terdapat pada pihak lain, jika tidak diiringi penataan hati yang benar, dapat menggiringnya pada sikap sombong yang meremehkan orang lain, baik itu terungkap ataupun tidak. Justeru yang harus ditampilkan adalah rendah hati, bersahaja dan sederhana serta mengasihi kepada sesama.
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji di atas kendaraannya yang ringkih dan dengan kain seharga empat dirham atau kurang. Lalu beliau bersabda,
اللَّهُمَّ حَجَّةٌ لاَ رِيَاءَ فِيهَا وَلاَ سُمْعَةَ
"Ya Allah, jadikanlah haji (yang mabrur), tidak ada riya dan sum'ah di dalamnya." (HR. Ibnu Majah).
Siapa tahu, mereka yang kumal dan dekil itulah yang hajinya paling diterima Allah Ta'ala. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw mengabarkan bahwa Allah membanggakan hamba-hamba-Nya pada hari Arafah kepada para penghuni langit dengan berfirman,
" انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى جَاءُونِى شُعْثًا غُبْرًا "
"Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kumal dan dekil." (HR. Hakim, Ahmad, Thabrani, dll)
3. Tidak cukup bekal ilmu
Besarnya motivasi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji layak disyukuri. Namun, seringkali dorongan yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan dorongan untuk membekali diri dengan ilmu yang cukup dalam pelaksanaan manasik haji. Tidak jarang didapati ada jamaah haji yang tidak mengetahui perkara-perkara mendasar dalam ibadah haji. Ada misalnya jamaah haji yang sudah ihram dan memakai pakaian ihram, ketika ditanya haji apa yang akan dia lakukan, dia tidak mengetahuinya.
Ibadah haji adalah ibadah yang jarang dilakukan, kemudian ibadah ini juga sangat terkait dengan situasi yang berkembang dan berubah-ubah. Bisa jadi teori yang kita pelajari menjadi berubah karena kondisi yang dialami berubah. Seperti misalnya Aisyah ra yang sudah niat haji, lalu mengalami haid maka Rasulullah saw perintahkan untuk mengubah niatnya agar tidak terhalang pelaksanaan hajinya. Jadi membutuhkan ilmu yang cukup. Minimal, hendaknya dia berada di bawah bimbingan yang intensif selama perjalanan haji. Yang lebih parah lagi adalah jika sang pembimbingpun ternyata tidak banyak memahami seluk beluk manasik haji.
Maka sangat dianjurkan membawa buku petunjuk ibadah haji selama melaksanakan manasik haji, memahami satu demi satu pelaksanaan haji, ikuti dengan seksama setiap penjelasan tentang pelaksanaan haji, dan banyak-banyaklah bertanya kepada orang yang paham tentang berbagai masalah yang dia hadapi.
Saat melaksanakan ibadah haji, Rasulullah saw menjadi tempat bertanya, beliau melakukan bimbingan, memberi penjelasan dan meluruskan perbuatan-perbuatan yang salah.
4. 'Pandangan Liar'
Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa saat menunaikan haji, Al-Fadhl bin Abbas (sepupu Rasulullah saw) yang masih berusia muda berboncengan dengan Rasulullah saw. Tak lama kemudian datang seorang wanita muda dari suku Khats'am kepada Rasulullah saw, hendak meminta fatwa dari beliau. Lalu Al-Fadhl dan wanita tersebut saling berpandangan. Maka Rasulullah saw memalingkan muka Al-Fadhl ke arah lain. (Muttafaq alaih)
Jika hal ini terjadi pada masa Rasulullah saw, apalagi pada masa sekarang! Hati-hati dengan pandangan-pandangan yang tidak terkontrol terhadap lawan jenis, baik dalam satu rombongan atau dengan rombongan lain Apalagi orang-orang dari berbagai bangsa dengan rupa yang menawan boleh jadi akan sering berseliweran di depan kita. Kalau memang mau tidak mau terlihat oleh kita, jangan ikuti dengan pandangan berikutnya. Kini barangkali tidak ada orang yang mengalihkan muka kita sebagaimana yang Rasulullah saw lakukan terhadap Al-Fadhl. Karena itu, kita harus mengatasi sendiri masalah tersebut dengan sebuah kesadaran dan kekuatan hati. Kalau tidak, maka dia dapat menjadi celah masuknya setan merusak nilai ibadah kita. Tidak sedikit hubungan cinta tidak halal berawal dari pandangan yang tidak terjaga saat beribadah haji. Khususnya jika jamaah hajinya masih bujangan atau gadis.
Khusus kepada jamaah haji wanita, bantulah kaum pria untuk tidak tergoda dan terkena fitnah dengan tidak menampilkan dandanan yang menggoda dan menarik, atau dengan tidak berprilaku dan bertindak yang dapat mengundang perhatian khusus. Bersikaplah yang wajar, berkata yang sopan dan tidak dilebih-lebihkan. Hindari bercanda dengan lawan jenis yang bukan mahram, apalagi jika dengan warga asing.
5. Alat-alat komunikasi dan dokumentasi
"Jangan lewatkan kesempatan yang satu ini."
Ungkapan yang bernada iklan ini sangat pas untuk moment khusus dalam ibadah haji. Apakah saat thawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jamarat, mabit di Mina, dll. Jika ungkapan tersebut dimaknai positif dengan fokus dan khusyu beribadah serta bedoa kepada Allah, maka hal itu tentu sangat tepat. Namun pada masa kini muncul fenomena baru untuk selalu mengabadikan moment-moment yang sangat berharga tersebut. Maka 'jepret sana jepret sini'tanpa menghiraukan tempat dan suasana ibadah yang sangat khusus, kini sudah menjadi pemandangan yang sering kita dapatkan. Saat desak-desakkan thawaf, kadang kita dapatkan orang yang sempat-sempatnya 'berpose', begitu pula saat sai. Saat waktu wukuf dimulai, masih ada sebagian jamaah haji yang asyik bergaya untuk dipoto di bawah pohon, di dalam tenda atau di tengah keramaian, atau dia pergi ke Jabal rahmah untuk mendapatkan satu dua pose yang menarik. Kadang ketika kita sedang khusyu berdoa, di sebelah ada yang sedang cekikikanberbicara dengan orang di seberang sana.
Hendaknya dibatasi penggunaan alat-alat tersebut selama pelaksaan ibadah haji. Maksimalkan untuk hal-hal yang bermanfaat, apakah bertanya, mengetahui lokasi, mencari informasi dll. Usahakan pada moment tertentu, seperti sedang thawaf, wukuf, dll tidak menggunakan alat-alat tsb kecuali jika ada kebutuhan mendesak.
6. Kata-kata Kasar, mengeluh dan berbantah-bantahan
Pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesabaran ekstra. Kita akan sering berhadapan dengan kondisi dan situasi di bawah ambang normal. Kemacetan total, jalan kaki berdesak-desakkan, tidak menemukan lokasi yang dicari, antri WC sekian lama, sikap kasar orang lain, panas terik tanpa pelindung kepala, dll.
Benarlah pesan Allah Ta'ala bagi orang yang beribadah haji, "Siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan." (QS. Al-Baqarah: 197) Sekaligus ini juga merupakan syarat haji mabrur sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw dalam hadits muttafaq alaih.
Seorang ustaz mengistilahkan, pergi haji tidak cukup membawa satu dua kesabaran, tapi harus membawa 'sekeranjang' kesabaran. Kalau tidak, maka yang sering keluar adalah keluhan, kata-kata yang tidak baik bahkan berbantah-bantahan. Jika semua itu diganti dengan zikir, berdoa mohon kemudahan kepada Allah plus sesungging senyuman, sungguh akan sangat bermakna.
7. Berlebih-lebihan Belanja
Salah satu perhatian jamaah haji di luar ibadah yang cukup sering menyita perhatian adalah menyiapkan oleh-oleh untuk dirinya sendiri, keluarga dan kenalan di tanah air. Ini adalah niat yang baik dan patut mendapatkan perhatian. Tapi menjadikan pelaksanaan ibadah haji didominasi dengan agenda belanja, menghamburkan uang untuk membeli segala sesuatu yang diingininya begitu saja dan kemudian dirinya lebih disibukkan oleh barang bawaannya ketimbang maksimal beribadah, hal ini patut diwaspadai.
Usahakan agenda belanja dilakukan jauh sebelum pelaksanaan haji, atau sesudahnya. Kemudian pertegas barang-barang yang hendak dibeli sesuai kebutuhan dan rencana. Agar diketahui, sebagian barang yang dibeli jamaah haji, tidak lebih bagus dan lebih murah dari barang yang ada di tanah air. Hanya kegemaran berbelanja itulah yang sering mengenyampingkan perkara tersebut.
Semoga kita terhindar dari virus-virus ini dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga mendapatkan haji yang mabrur, Amin.
Riyadh, Syawwal 1432H.
Abdullah Haidir
Label:
tips haji,
Tips Persiapan Pergi Haji,
tips umrah
Jumat, 15 April 2011
Mengurus Visa Umroh Dengan Mudah
Visa umroh berbeda dengan visa reguler. Karena peruntukannya juga berbeda. Visa umroh berlaku selama 30 hari saja. Ini tidak berarti bahwa Anda dapat tinggal di Arab Saudi selama 30 hari. Di dalam 30 hari Anda akan melakukan umroh, pastikan keberangkatan Anda dari Arab Saudi dalam waktu dua minggu dari tanggal masuk. Visa untuk umroh di bulan Ramadan tidak dapat melebihi hari terakhir bulan Ramadan. Anda harus meninggalkan Arab Saudi pada akhir bulan Ramadan dan tidak dapat merayakan Idul Fitri di sana.
Persyaratan Visa umroh:
- Paspor asli (masa berlaku min. 6 bulan) dengan nama min. 3 kata. Contoh: Muhammad Arifin Ilham, Siti Arifah Binti Daud, dsb.
- Pas photo berwarna 4×6 = 6 lembar (latar belakang putih bagian wajah tampak 80%)
- Kartu keluarga bagi yang membawa putra putinya (asli)Surat nikah bagi suami/istri (asli)
- Foto kopi KTPAkte kelahiran anak bagi yang mengikut sertakan putra/putrinya (asli)
- Untuk Jamaah Wanita yang berusia dibawah 45 tahun wajib untuk didampingi suami /Mahramnya, apabila tidak maka diwajibkan untuk dilengkapi dengan surat Mahram. Sedangkan untuk jamaah wanita yang berusia diatas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami/mahramnya (Hanya menyertakan KTP ASLI)
- Dokumen selambat-lambatnya diterima 3 Minggu sebelum keberangkatan
Persyaratan pengurusan visa umroh ini sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan kedutaan Kerajaan Saudi Arabia di Jakarta. Di lain tempat ada persyaratan yang lebih kompleks lagi. Seperti ini contohnya:
- bila seseorang memiliki nama non-Muslim, ia harus menyerahkan sertifikat dari masjid atau pusat Islam yang menyatakan bahwa pemohon adalah seorang Muslim.
- Foto paspor berwarna terbaru.
- Paspor harus masih berlaku setidaknya selama 6 bulan sejak tanggal penyerahan formulir aplikasi.
- Tiket penerbangan yang telah dikonfirmasi dan tidak dapat dikembalikan. Berangkat dari Arab Saudi harus dalam waktu dua minggu dari tanggal masuk.
- Perempuan dan anak-anak harus disertai oleh suami / ayah atau saudara laki-laki (Mahram). Bukti hubungan yang dibutuhkan (sertifikat pernikahan untuk seorang istri, akta kelahiran untuk anak yang menunjukkan nama kedua orang tua). Mahram harus melakukan perjalanan ke dan dari Arab Saudi pada penerbangan yang sama sebagai istri dan anak-anaknya.
- bila seorang wanita 45 tahun atau lebih tua, dia diperbolehkan pergi tanpa Mahram bila ia bepergian dengan kelompok yang terorganisir atau keluarga dan mengajukan diaktakan Tidak Keberatan Sertifikat dari dia Mahram.
- bila pemohon bukan warga negara dari negara dia adalah menerapkan dari, izin tinggal yang sah harus diserahkan dengan aplikasi tersebut.
- Sertifikat vaksinasi terhadap Meningitis meningokokus wajib dilampirkan. Sertifikat vaksinasi seharusnya dikeluarkan tidak lebih dari tiga tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum masuk ke Arab Saudi dan itu harus berlaku selama tiga tahun. Sertifikat vaksinasi harus dengan pemohon pada masuk ke Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dalam waktu dekat pemerintah akan mengupayakan pendekatan government to government kepada Pemerintah Arab Saudi agar pengurusan visa umrah dipermudah. Tanpa melewati broker dan mafia visa umrah sehingga birokorasi tidak terlalu panjang dan memakan biaya tinggi. Demikian disampaikan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali. ”Kita harapkan seperti itu, visa diurus langsung ke kedutaan arab Saudi,”kata dia.
Kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Jumat (15/4), Suryadharma mengemukakan meskipun di Kementerian Agama terdapat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tetapi diakui selama ini pemerintah belum terlibat langsung dalam penyelenggaraan umrah. Karenanya, pemerintah sedang melakukan pengkajian kemungkinan terlibat dan concern langsung dalam penyelenggaraan umrah. ”Memang lagi di set up,”kata dia.
Suryadharma menjelaskan keterlibatan ini cukup berasalan dan berdasar. Nomenklatur yang terdapat dalam UU NO 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Haji memungkinkan pemerintah terlibat. Namun demikian, seperti apakah bentuk keterlibatannya pemerintah masih mengkajinya.
Selain itu, lanjut Suryadharma, pihaknya memandang perlu melakukan kontrol dan pengawasan ketat bagi penyelenggaraan umrah. Sebab, ada indikasi umrah dijadikan sebagai media pintu gerbang mencari pekerjaan di Arab Saudi. ”Ini yang juga membuat kita prihatin, usut punya usut pintu masuknya lewat umrah,”papar dia.
Suryadharma mengatakan pihaknya sedang menjajaki gagasan pengelolaan tabung umrah. Sekalipun gagasan itu masih mentah. Namun diharapkan bisa menjadi wacana serius untuk memanfaatkan umrah sebagai wisata religi. Terutama bagi anak-anak guna mengisi libur panjang mereka sekaligus belajar dan membangun karakter bangsa sejak dini. ”Pada waktunya mereka bisa berangkat umrah itu sebagai pembelajaran bagi mereka,”tandas dia.
Jumat, 26 November 2010
Tips Sehat dan Bugar Saat Naik Haji
Badriah, 49 tahun, bahagia bukan kepalang. Sepekan lagi wanita yang bekerja sebagai pengajar di Jakarta ini akan menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu naik haji. Namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya.
“Saya ini sering buang air kecil. Saya khawatir nanti bagaimana saya ketika menunaikan ibadah haji?” kata Badriah dalam sesi tanya jawab di forum simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (14/10).
Dono Antono, dokter kloter yang pernah bertugas pada 2004 ini meminta Badriah untuk tidak terlalu khawatir. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyarankan Badriah untuk berolahraga sebelum berangkat naik haji. “Seperti jalan atau senam yang bisa membantu otot panggul,” kata Dono.
Selain olahraga, ada banyak persiapan yang mesti dilakukan oleh jemaah haji yang akan berangkat ke negeri yang cuacanya jauh berbeda dengan Indonesia. Tri Juli Edi Tarigan membagi persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat naik haji dalam tiga bagian.
Persiapan pertama adalah persiapan mental dan spiritual, seperti merapikan aqidah, memperbaiki ibadah, dan memperhatikan mempraktikkan matinul kunul (seperti tidak melakukan ghibah, tidak dusta, tidak takabur, dan belajar sabar).
Belajar sabar, kata Tri Juli, sangat penting dipersiapkan sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Karena di sana di mana-mana ngantri. Ke toilet, makan, semua ngantri,” kata Tri Juli.
Persiapan kedua adalah persiapan akal seperti mengetahui hukum-hukum haji dan melakukan manasik (simulasi). Dan persiapan ketiga adalah persiapan fisik.
Persiapan fisik yang perllu dilakukan, kata Tri Juli, adalah berjalan kaki selama 30 menit sehari, minimal tiga kali dalam seminggu. Olah raga berjalan kaki ini paling lambat mulai dilakukan sejak sebulan sebelum keberangkatan. “Supaya nanti kaki enggak pegal-pegal. Coba juga untuk sesekali berjalan di bawah panas terik matahari supaya nanti terbiasa,” kata Tri Juli.
Tri Juli juga menyarankan calon jemaah haji untuk menghindari keramaian jika tidak perlu dan tidak usah membawa barang banyak-banyak. “Bawalah tas kecil untuk membawa tempat minum, sandal, dan handuk kecil,” kata Tri Juli.
Saat pemeriksaan kesehatan di Indonesia, Tri Juli mengingatkan calon jemaah haji untuk terbuka pada petugas kesehatan. “jangan ngumpetin penyakit karena akan menyulitkan nantinya. Kala uterus terang, dokter kloter justru bisa mengawasi di sana,” ujar Tri Juli.
Sementara itu Iris Rengganis, dokter dari Divisi Imunologi Klinik di RSCM, mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan vaksinasi paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi meningitis yang memiliki imunitas hingga tiga tahun.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang kebanyakan berasal dari Afrika ini memang jarang ditemukan di Indonesia. “Tapi kan di sana jemaah haji datang dari berbagai bangsa, jadi mesti dicegah,” ujar dokter berkerudung ini.
Vaksinasi yang biasa dilakukan oleh jemaah haji adalah vaksinasi influenza. Tidak seperti Malaysia yang mewajibkan vaksinasi ini, pemerintah Indonesia hanya menganjurkan calon jemaah haji untuk divaksin influenza.
Namun Iris menganjurkan sebaiknya calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi ini memang tidak 100 persen mencegah influenza. “Hanya 70-90 persen. Jadi walau sudah divaksin, tetap kena flu, tapi tidak terlalu berat,” kata Iris. Imunitas vaksin ini bertahan hingga satu tahun.
Iris yang juga pernah bertugas sebagai dokter kloter mengingatkan calon jemaah haji untuk selalu memakai masker, baik di cuaca dingin maupun cuaca panas. Iris juga menyarankan calon jemaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat.
Sejak Oktober, cuaca di Arab Saudi diperkirakan sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana bisa mencapai di bawah 0 derajat Celcius. Berikut tips agar kulit tetap sehat saat naik haji:
- Memakai krim pelembab.
(Krim yang bagus adalah krim buatan Arab. Jadi lebih baik belilah krim di Arab Saudi).
- Tidak usah mandi terlalu sering, cukup sekali dalam sehari. Jangan mandi memakai air panas.
- Gunakan sabun dengan pH netral, jangan gunakan sabun antiseptik.
Meskipun suhu dingin, namun pada siang hari, udara di Arab seringkali kering. Udara yang kering ini sangat berisiko menyebabkan hidung mimisan.
Berikut tips menghindari mimisan:
- Pakailah masker yang terbuat dari kain sehingga masker bisa dibasahi dengan air zam zam supaya kelembaban hidung terjaga.
- Banyak minum dan makan buah dan sayuran. (Buah sangat murah di Arab)
- Konsumsi vitamin.
- Jangan mengorek-ngorek hidung.
“Saya ini sering buang air kecil. Saya khawatir nanti bagaimana saya ketika menunaikan ibadah haji?” kata Badriah dalam sesi tanya jawab di forum simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (14/10).
Dono Antono, dokter kloter yang pernah bertugas pada 2004 ini meminta Badriah untuk tidak terlalu khawatir. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyarankan Badriah untuk berolahraga sebelum berangkat naik haji. “Seperti jalan atau senam yang bisa membantu otot panggul,” kata Dono.
Selain olahraga, ada banyak persiapan yang mesti dilakukan oleh jemaah haji yang akan berangkat ke negeri yang cuacanya jauh berbeda dengan Indonesia. Tri Juli Edi Tarigan membagi persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat naik haji dalam tiga bagian.
Persiapan pertama adalah persiapan mental dan spiritual, seperti merapikan aqidah, memperbaiki ibadah, dan memperhatikan mempraktikkan matinul kunul (seperti tidak melakukan ghibah, tidak dusta, tidak takabur, dan belajar sabar).
Belajar sabar, kata Tri Juli, sangat penting dipersiapkan sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Karena di sana di mana-mana ngantri. Ke toilet, makan, semua ngantri,” kata Tri Juli.
Persiapan kedua adalah persiapan akal seperti mengetahui hukum-hukum haji dan melakukan manasik (simulasi). Dan persiapan ketiga adalah persiapan fisik.
Persiapan fisik yang perllu dilakukan, kata Tri Juli, adalah berjalan kaki selama 30 menit sehari, minimal tiga kali dalam seminggu. Olah raga berjalan kaki ini paling lambat mulai dilakukan sejak sebulan sebelum keberangkatan. “Supaya nanti kaki enggak pegal-pegal. Coba juga untuk sesekali berjalan di bawah panas terik matahari supaya nanti terbiasa,” kata Tri Juli.
Tri Juli juga menyarankan calon jemaah haji untuk menghindari keramaian jika tidak perlu dan tidak usah membawa barang banyak-banyak. “Bawalah tas kecil untuk membawa tempat minum, sandal, dan handuk kecil,” kata Tri Juli.
Saat pemeriksaan kesehatan di Indonesia, Tri Juli mengingatkan calon jemaah haji untuk terbuka pada petugas kesehatan. “jangan ngumpetin penyakit karena akan menyulitkan nantinya. Kala uterus terang, dokter kloter justru bisa mengawasi di sana,” ujar Tri Juli.
Sementara itu Iris Rengganis, dokter dari Divisi Imunologi Klinik di RSCM, mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan vaksinasi paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi meningitis yang memiliki imunitas hingga tiga tahun.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang kebanyakan berasal dari Afrika ini memang jarang ditemukan di Indonesia. “Tapi kan di sana jemaah haji datang dari berbagai bangsa, jadi mesti dicegah,” ujar dokter berkerudung ini.
Vaksinasi yang biasa dilakukan oleh jemaah haji adalah vaksinasi influenza. Tidak seperti Malaysia yang mewajibkan vaksinasi ini, pemerintah Indonesia hanya menganjurkan calon jemaah haji untuk divaksin influenza.
Namun Iris menganjurkan sebaiknya calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi ini memang tidak 100 persen mencegah influenza. “Hanya 70-90 persen. Jadi walau sudah divaksin, tetap kena flu, tapi tidak terlalu berat,” kata Iris. Imunitas vaksin ini bertahan hingga satu tahun.
Iris yang juga pernah bertugas sebagai dokter kloter mengingatkan calon jemaah haji untuk selalu memakai masker, baik di cuaca dingin maupun cuaca panas. Iris juga menyarankan calon jemaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat.
Sejak Oktober, cuaca di Arab Saudi diperkirakan sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana bisa mencapai di bawah 0 derajat Celcius. Berikut tips agar kulit tetap sehat saat naik haji:
- Memakai krim pelembab.
(Krim yang bagus adalah krim buatan Arab. Jadi lebih baik belilah krim di Arab Saudi).
- Tidak usah mandi terlalu sering, cukup sekali dalam sehari. Jangan mandi memakai air panas.
- Gunakan sabun dengan pH netral, jangan gunakan sabun antiseptik.
Meskipun suhu dingin, namun pada siang hari, udara di Arab seringkali kering. Udara yang kering ini sangat berisiko menyebabkan hidung mimisan.
Berikut tips menghindari mimisan:
- Pakailah masker yang terbuat dari kain sehingga masker bisa dibasahi dengan air zam zam supaya kelembaban hidung terjaga.
- Banyak minum dan makan buah dan sayuran. (Buah sangat murah di Arab)
- Konsumsi vitamin.
- Jangan mengorek-ngorek hidung.
Langganan:
Postingan (Atom)


